“Perkenalan”
Seiring hal yang terjadi di dunia yang apabila
dipikirkan terlihat seperti sebuah kebetulan dan keberuntungan seolah-olah tak
ada satupun yang diatur oleh tuhan. Namun pada dasarnya takdir manusia telah
ditentukan jauh sebelum mereka terlahir. Memang benar kita tidak tahu kapan
waktu kita mati dan untuk apa terlahir di dunia yang terkadang sangat
menyakitkan. Pertanyaannya??? adalah mengapa tuhan yang maha kuasa tidak
memberi tahu semua itu? Jika berpikir secara logika maka sulit untuk paham dan
mengerti maksud dan tujuan sang maha perkasa. Tapi inti dari semua itu tidak
lain dan tidak bukan adalah agar kita selalu bersyukur. Jadi apa yang menurutmu
mustahil maka mulai detik ini encamkan dalam pikiranmu bahwa hal itu akan kau
dapatkan, entah besok atau lusa, entah siang ataupun malam, entah juga mungkin
saat tubuhmu mati.
Tapi yakinlah bahwa janji tuhan itu benar, iya tak
akan merubah sedikitpun janjinya, karena iya tahu kau lemah. Jadi berusahalah
sampai hal itu terwujud, tentunya dengan cara yang baik.Percayalah pada suatu
prinsif yakni padi tidak pernah tumbuh diatas dasar papan yang bagus atau
keramik yang apik melainkan hanya dari tanah yang kotor dan berdebu. Walaupun
tanah milikmu kuning tak sehitam tanah tetangga yang tak bisa ditanami padi
bukankah kau bisa menanam jagung dan tentu bisa menghasilkan yang banyak dan
berkualitas. Untuk itu kenali dirimu, belajarlah dari pengalaman dan sealalu
berusahalah menjadi yang terbaik. Dan ingat kemungkinan-kemungkian untuk
berhasil itu akan selalu ada. Oh iya yang terpenting yakni jangan menjadi orang
lain. Ingatlah itu!!!
Namaku Doki Arlian, usiaku 26 tahun, dengan Kode “E980”, aku lahir di sumatera selatan pada 04
November 1983. Orang
memangilku sang penghayal, sang pemimpi dan orang yang ingin mempunyai semua mimpi
manusia. Menurutku hal itu sedikit salah, iya memang benar aku suka memimpikan
sesuatu bahkan mengkhayalkan sesuatu yang tidak mungkin sekalipun. Walaupun
orang lain tidak menyukai dengan apa yang kusebut impian atau harapan. Aku doki
arlian tak peduli sediktipun akan hal itu, karena menurutku mimpi merupakan
harta yang tak ternilai harganya, karena dengan adanya mimpi aku akan terus
berlari mengejar yang mustahil, menggapai yang tinggi, melayang terbang sampai
aku mendapatkannya. Selain itu aku bisa menjadi apapun yang kumau dan melakukan
apapun yang kuinginkan, tentunya dimanapun aku berada aku akan terus merasa
bebas. hahha bukankah hal itu menarik.
Kau tahu tentang Sumatera Selatan? Apa??? kau tak
tahu....Baiklah, dengar. Sumatera Selatan merupakan salah satu bagian dari
negara Indonesia yang terletak di pulau Sumatera. Salah satu dari sekian
banyak pulau-pulau yang ada di indonesia. Dulunya merupakan pulau yang indah
yang masih sangat alami dan belum tersentuh oleh tangan-tangan kotor penjual
harta negara yang tak membayar pajak dan seolah-olah berpikir mereka adalah
raja yang mempunyai singgasana. Padahal kenyataannnya tak lebih dari sampah
yang berada didalam tumpukan sampah yang nanti suatu saat akan dibakar akan
karma, buah dari perbuatan-perbuatan kotornya. Ahhh,,, intinya dulu semuanya
itu indah dan sangat nyaman. Kalau masih penasaran, kenapa kau tidak lansung
kesana untuk melihat-lihat atau juga mencari jodoh, jikalau jomblo ya! Haha,,Jadi sangat jelas bukan bahwa sumatera selatan
bagian dari negara kesatuan Republik Indonesia.
Apa jangan-jangan kau tidak tahu tentang
indonesia? Ohhh... Sial jadi aku juga harus memberi tahumu. Ok... dengarkan dan
ingat... Indonesia adalah eeee negara kesatuan dari seluruh pulau-pulau di
indonesia. Paham.. oh masih belum.. apa penjelasan ku masih kurang jelas? ?
Padahal penjelasanku sudah sangat detil loh.Hmmm.... Mungkin ini benar atau
malah sebaliknya tapi cobalah untuk sedikit mengerti ok.
Menurut legenda Negara Indonesia merupakan Negara yang subur, Negara
yang sangat banyak sumber energinya, negara yang berusaha bangkit dari
keterpurukannya, Negara yang telah merdeka dan lahir pada akhir perang
dunia ke-II, tepatnya 17 agustus 1945 dan merupakan negara yang orang-orangnya memiliki
tingkat keramahan yang sangat sulit kau temui di negara-negara lainnya. Itu hanya gambaran umum saja, mungkin sisanya bisa kau
cari sendiri di google atau juga di buku-buku sejarah, itupun jika kau
menyukai sejarah. Mengerti!!!
Baiklah
inilah awal dari semua yang terburuk yang pernah ada di bumi.Tahun 2000 aku
menyelesaikan sekolah menengah atas dan melanjutkan studi ke bangku
perkuliahan di Universitas Harvard Amerika Serikat. Ya benar, aku merupakan salah
satu orang yang beruntung mendapatkan beasiswa. Karena Harvard University merupakan salah satu lembaga
elit sarjana tingkat 1 terbaik di dunia dan merupakan universitas yang banyak
menghasilkan lulusan terbaik.
Pada saat itu aku mengambil jurusan Fisika, dan merupakan salah
satu mahasiswa terbaik. Ya itu bukan bualan, tahun pertama saja aku mendapatkan formula terbaru tetang hukum gravitasi dan pihak kampus yang bekerja sama dengan
salah satu lembaga dunia mengabarkan bahwa formula itu akan diimplementasikan. Alhasil pada tahun 2002 NASA mengujicobakannya
pada sebuah alat khusus di bulan dan tentu saja berhasil sesuai dengan
perkiraan. Melihat
keberhasilan dari projek itu, namaku
sedikit melambung hingga kepelosok negri, banyak sekali tawaran-tawaran dari
orang-orang yang tak kukenal mengajakku bergabung dalam sebuah penelitian. Tapi tak semua tawaran itu kuterima, alasannya
simple “aku hanya ingin memfokuskan pada belajar, tentunya segera lulus dan
kembali ke indonesia”.Saat di bangku perkuliahan aku
bergabung dalam 5 organisasi berbeda, 2 diantaranya merupakan
organisasi pendidikan. 2 lagi merupakan organisasi milik pemerintah, dan 1 lainya adalah organisasi kemanusiaan.
Tidak semua organisasi itu kuikuti dengan baik
karena setelah kuamati ternyata kebanyakan dari mereka hanya mengambil keuntungan saja. Walaupun begitu untuk organisasi kemanusian aku
sangat aktif mengikuti kegiatannya, karena disana aku dapat bekerja secara nyata. Kami tergabung dari kalangan
pengusaha, karyawan, mahasiswa, dan tentu beberapa dokter swasta yang semua
bertujuan untuk membantu orang-orang korban bencana alam ataupun korban-korban
perang.Benar, itulah kenyataanya. Kami pernah
dikirim ke sebuah pulau di wilayah afrika, karena adanya sebuah kasus
kapal kecil yang didalamnya terdapat peti mati berisikan seorang mayat pria.
Setelah penemuan itu warga sedikit khawatir, namun karena tak mau ambil pusing
warga disana langsung menguburnya, maklum polisi ataupun tentara sangat jarang
berpatroli ke pulau tersebut, hal itu dikarenakan ganasnya lautan yang berada
disekitar pulau.
Setelah dikuburkan tak ada
masalah dan seperti orang meninggal lainnya. Namun tepatnya di hari ke-27 ia
hidup kembali dan mengacaukan tempat itu dengan berkeliling ke pemukiman warga,
sontak warga disana menjadi ketakutan dan mengurung diri. Sempat ada yang
menembaknya, namun mayat pria tersebut tak bergeming sedikitpun malah
tertawa-tawa kemudian menangis. Info ini kudapatkan dari email teman kuliahku
yang berasal dari kepulauan tersebut yang saat itu sedang pulang kampung.
Minggu sore di pertengahan juli tibalah kami di
bandara johanesburg, afrika selatan. Lalu aku menghubungi temanku, dan saat itu
ia mengatakan untuk menunggu 2 jam karena ia sedang dalam perjalanan menuju
bandara. Memang tidak ada akses jika menggunakan pesawat ataupun menggunakan
helicopter kepulau tersebut.“waw, kalian datang diluar dugaanku teman”.“oh ya,
but why?” sahutku.“aku yang sering ke amerika-afrika, hampir 7 jam waktu yang
digunakan untuk menunggu adanya pesawat, itupun belum tentu dapat langsung
landing.
Cuaca dan keadaan benar-benar diperhatikan.
Kau tahu alasannya bukan?”“perang saudara?”“benarkah, tapi di tv tak ada berita
yang mengkhawatirkan tentang afrika dan sekitarnya?”“oh soal itu, pemerintah
melarangnya dan juga kau pikir siapa yang mau meliput daerah ini.
Rawan teroris, rawan pembajakan, dan itu masih
banyak tindakan kriminal lainnya”.“tapi kan itu sebuah berita penting?”“kau
tahu 2012 nanti afrika selatan akan menjadi tuan rumah piala dunia?”“hem.. Jika
berita-berita itu muncul aku rasa tak kan ada yang datang menyaksikan
pertandingan, benar bukan?” jawabku“thats right, maka dari itu pemerintah
melarang siapapun untuk mendokumentasikannya”.“yups,,, tapi terserelah.
Aku tak terlalu tertarik pada piala dunia yang akan
diselenggarakan itu. Tapi bagaimanapun jika tidak ada berita mengenai
kejadian-kejadian perang dan para kornan-korban di negara ini. Bagaimana kami
ataupun organisasi kemanusiaan lainnya dapat memberikan bantuan”.“entahlah,
tapi berdo’a saja semoga hal ini dapat teratasi”“ok, teman-teman. Aku rasa
obrolan kalian sangat menarik. Tapi bisakah kau tunjukkan segera dimana tempat
itu dan ini sudah hampir malam bukan?” sahut dokter yang ikut
bersamaku.“hahaha, maaf-maaf pak.”
Dalam perjalan menuju pulau, kami mengendarai sebuah
mobil dan melanjutkannya dengan kapal kecil yang tersandar disebuah dermaga
tua. Setelah 3 jam menyeluri sungai, terlihat dari kejauhan indahnya pulau yang
akan kami tuju.Tibanya dipulau tersebut kami pun langsung melakukan
pengintaian. Hingga pada suatu malam mayat itu muncul, dan kemudian kami
menangkapnya dengan menggunakan jaring babi yang dialiri listrik yang membuat
mayat langsung jatuh tersungkur.
Benar saja, beberapa saat mayat itu hidup dan
setelah diteli lagi ternyata mayat itu merupakan sisa pelarian pasukan jerman
saat perang dunia kedua. Hal ini dibuktikan dengan seragam, sepatu serta umur
mayat, tubuhnya terlihat segar tanpa pucat namun tidak ada sedikitpun darah
ataupun cairan yang mengalir di nadinya. Dokter yang kalah itu bersamaku sangat
kebingungan mengingat hal ini sangat mustahil sambil berkata “ohhh tuhanku
seberapa hebatkah dirimu, hingga aku merasa gelarku sia-sia karena tak satupun
ilmuku yang mampu menjawabnya”.
Setelah akar permasalahan telah selesai
kami diam-diam membawa mayat tersebut ke laboratorium milik rekan dokterku
didaerah california, karena menurut dokter hal ini harus diteliti lagi dan ia
meminta hal ini untuk dirahasiakan ke siapapun termasuk ke pemerintah. Anehnya,
setelah 3 hari didalam laboratorium mayat tersebut hilang secara misterius,
kami sangat panik mendengar hal itu, karena takut mayat tersebut berkeliaran
mengganggu warga.Walaupun demikian kami terus mencari tahu kemungkinan
hilangnya mayat itu.
Hingga disuatu hari terdapat fax dari pemerintah
jerman yang mengclaim merekalah yang mengambilnya dan mengucapkan terima kasih
karena telah merahasiakan hal ini. Selaian itu mereka siap menanggung kerugian
yang disebabkan atas kejadian di afrika. Mendengarnya kami sedikit lega bahwa
mayat itu telah berada disana, namun yang menjadi misteri, siapa yang memberi
mereka tahu bahwa mayat itu kami bawa kesini padahal hanya kami berlima yang
tahu dan itupun tak satupun dari kami berasal dari jerman, kalau adapun
pastilah kami akan berikan mayat ini secara baik-baik, karena di organisasi ini
kami seperti keluarga.
Hingga saat ini aku masih saja berkhayal bahwa mayat itu
bukanlah tentara perang dunia ke-2 melainkan kelinci percobaan yang lepas, aku
beranggapan demikian karena bagaimana mungkin mayat tersebut berkata “halla
muchen” dimana tahun itu bayer muncehn bertemu dengan barcelona di liga
champions, tapi karena alasan itu kurang kuat kupikir lebih baik aku
melupkannya.
Namun misi yang paling selalau kuingat ketika
terjadinya penyerangan oleh dua orang pemuda di sebuah goa perbatasan Korea Utara dan Korea Selatan. Aku
bingung kenapa bisa dua orang melakukan hal itu, yakni menyandera 250 kepala
keluarga. Diantara yang disandera ada dua orang penting dari keluarga pemimpin
korea selatan dan sisanya merupakan warga Negara korea utara. Sejatinya
pemerintah Korut dan Korsel merupakan Negara yang tidak bisa duduk dalam 1
ruangan yang sama, artinya hampir beberapa tahun terakhir kedua Negara
diam-diam melakukan perang dingin untuk memojokkan Negara lainnya. Namun hari
itu aku menyaksikan dengan mata kepalaku sendiri kedua pemimpin Negara saling
berjabat tangan dan membuat sebuah tim gabungan yang bertujuan untuk
menyelamatkan para sandera.
Kala itu Sabtu 12 mei 2003, kira-kira menunjukkan jam 02.00 dinihari operasipun dimulai, aku berada di
belakang tim gabungan yang mana setiap anggota tim penyelamat memakai senjata lengkap, tak luput juga aku
memakai baju anti peluru karena ini merupakan salah satu dari persyaratan agar
aku bisa diizinkan masuk, walaupun jujur saja aku merasa tidak nyaman dengan
seragam ini karena terlalu besar untuk tubuhku yang kurus ini. Hal lainnya yang membuat misi
ini agak sedikit sulit, para penyadera menutup pertengahan lubang goa dengan
bebatuan dan pepohonan besar. Hampir 3 jam lebih kami membersihkan bebatuan dan
kayu-kayu besar tersebut hingga jalannya terbuka. Akhirnya komandan tim penyelamat menyuruh untuk menarik
pasukan karena jelas ini tidak akan efektif, mengingat stamina kami mulai
menurun dan waktu operasi juga sudah sangat jauh meleset dari rencana.
Pasukanpun ditarik mundur dan mulai keluar satu persatu. Tapi entah kenapa ada sesuatu yang membuatku tertarik
untuk masuk kedalam gua. Karena penasaran, aku bersembunyi di salah satu batu besar agar tidak ketahuan oleh regu penyelamat.
Setelah beberapa menit dan
suasanapun mulai hening, tibalah waktu untukku keluar.Akupun berjalan perlahan merayap menyusuri gua itu, semakin dalam semakin gelap.
Agar dapat terus berjalan aku menggunakan kacamata inframerah.“ehhhh….”
Senterku kuarahkan pada suatu benda yang
menepuk pundakku“apa yang kau lakukan?, bukankah sudah jelas bahwa harus keluar
dari tempat ini?” dengan sorot tajam dengan senjata laras panjangnya yang
diarahkan padaku.“ohhh… aku kira siapa, maaf untuk itu pak. Tapi ada satu hal
yang seolah-olah menarikku ketempat ini” jawabku“jangan banyak alasan, sekarang
pergilah keluar.
Aku akan menyelesaikan semuanya” sahutnya.
“kau
sendiri yang akan menyelesaikannya?”
“tentu, aku dalah pasukan yang paling elit
dan terbiasa menghadapi situasi seperti ini. Dan telah ditunjuk untuk dapat
menyelesaikan hal ini sesegera mungkin”.
“baiklah, kalo begitu. Sudah kuputuskan
aku akan membantumu”
“kau tak mendengar ucapanku, kau bisa apa” Sejenak
pria itu mencekikku dan kupikir aku akan mati ditempat itu. Kemudian ia
menginjak tanganku dengan sepatu kulitnya sambil menatapku.“ahh,, lepaskan, aku
hanya ingin menyelamatkan warga dan aku tak mau menunggu melakukan hal ini lebih lama lagi”
“sialan kau. Baiklah, tetap dibelakangku” sahutnya.Kupikir
pria itu mengujiku, bahwa resiko saat masuk akan lebih besar dan tak akan
satupun yang bertanggung jawab dengan hal itu.Kami berdua terus berjalan
menyusuri gua itu, dan tampaknya gua ini bukan sekedar gua biasa melainkan
bekas tambang, mengingat setelah beberapa meter berjalan terdapat sebuah jalur kereta
tua disana.
“hahahahah… kenapa kau ketakutan manusia sampah? jawab?” suara yang
terdengar lantang. Kemudian diiringi dengan suara teriakan wanita yang sangat
keras.
Tanpa memperdulikan
suara itu, kami terus berjalan tanpa rasa ragu menuju lubang gua lebih dalam. Hingga kami melihat sebuah perapian yang besar yang
jaraknya hanya 20 meter dari kami, aku melihat seorang pria memegang pistol laras pendek sedang mengacungkan senjatanya kearah tawanan
pria.
Para tawanan itu hanya terdiam namun sekali-sekali
tawanan wanita terjerit melihat pria itu menghantamkan senjatanya kea rah
tawanan tersebut.
“hei siapa namamu?”
“zaki. Ada apa?”
“kau bisa menembakkan senjata?”
“tidak
untuk senjata sebesar ini, tapi akan kuusahakan”
“baiklah. Aku akan menuju
tempat itu, dan tugasmu adalah mengawasiku dari kejauhan, jika salah satu dari
mereka melihat kearahku, kau hanya perlu menembaknya”
“tapi bagaimana jika mereka berjumlah banyak dan mendengar suara tembakan?” jawabku.
“tak
usah khawatir, senjata ini memiliki peredam peluru, jadi tak
usah ragu fokuslah pada sasaran”
“jika memang senjata ini kedap suara, lalu kenapa kau
harus kesana?”
“itulah yang kumaksud, aku hanya ingin menangkapnya hidup-hidup,
aku takut mereka telah memasang bom ditempat ini, jadi akan kupastikan misi ini
berjalan baik tanpa adanya pertumpahan berdarah dikedua belah pihak”
“heii, bukankah mereka telah menyakiti para warga,
kenapa juga harus dikasihani penjahat rendahan seperti mereka?”
“hemm..zaqi Kau cukup mudah ya dalam mengambil
keputusan, tapi ingat kata-kataku ini, tak semua orang yang melakukan hal
semacam ini memiliki rasa benci kepada tawanannya, mungkin malah sebaliknya
mereke benci karena pemerintah yang tidak adil. Bukankah itu masuk akal dizaman
seperti ini, dan apa kau tau orang yang berada didalam sel, apakah mereka semua
penjahat dan juga apakah kita yang berada diluar sel adalah orang baik?.
Aku tak bisa melakukan hal semacam itu membunuh
tanpa alasan yang pasti, dan jika memang mereka bersalah biarlah pengadilan
yang memutuskan”
“hemm,,, baiklah lakukan dengan cepat”. Setelah orang tadi
merayap kedepan, aku langsung mengarahkan senjata ke orang yang sedang memukuli
para tawanan.
“hei kalian!!! Dimana kalian sembunyikan kalung itu ha. Kalian
belum tahu siapa aku”. Seorang yang bertubuh pendek keluar dari sebuah tempat
yeng menyerupai sebuah pintu sambil mendorong seorang pria tua.
“ampun
pak…ampun.
Aku benar-benar tidak tahu apa yang kau bicarakan?” “dorrrr…..
Sialan kau, dari tadi hanya itu yang kauucapkan” pria itu menembak kaki pria tua tadi, hingga membuat beberapa anak
dan wanita berteriak histeris.
“aku beri kalian kesempatan satu kali lagi, jika
kalian tidak menjawabnya. Akan kuledakkan gua ini dan kalian akan mati terkubur
hidup-hidup. Mengerti?. Jawab aku wanita jalang?”
”pria itu menarik rambut
sorang wanita mudah, dan wanita itu hanya menangis ketakutan mendengar teriakan
pria.“Baiklah, hei kau yang disana. Dimana kalung itu?”
“kalung
apa bangsat.. pergilah ke neraka?” pria besar yang kedua tangannya terikat
menjawab pertanyaannya sambil meludahi laki-laki itu.
“dorrr” pria kecil itu
menembak kaki tawanan.
BERSAMBUNG.......................................!!!
“Perkenalan”
Seiring hal yang terjadi di dunia yang apabila
dipikirkan terlihat seperti sebuah kebetulan dan keberuntungan seolah-olah tak
ada satupun yang diatur oleh tuhan. Namun pada dasarnya takdir manusia telah
ditentukan jauh sebelum mereka terlahir. Memang benar kita tidak tahu kapan
waktu kita mati dan untuk apa terlahir di dunia yang terkadang sangat
menyakitkan. Pertanyaannya??? adalah mengapa tuhan yang maha kuasa tidak
memberi tahu semua itu? Jika berpikir secara logika maka sulit untuk paham dan
mengerti maksud dan tujuan sang maha perkasa. Tapi inti dari semua itu tidak
lain dan tidak bukan adalah agar kita selalu bersyukur. Jadi apa yang menurutmu
mustahil maka mulai detik ini encamkan dalam pikiranmu bahwa hal itu akan kau
dapatkan, entah besok atau lusa, entah siang ataupun malam, entah juga mungkin
saat tubuhmu mati.
Tapi yakinlah bahwa janji tuhan itu benar, iya tak
akan merubah sedikitpun janjinya, karena iya tahu kau lemah. Jadi berusahalah
sampai hal itu terwujud, tentunya dengan cara yang baik.Percayalah pada suatu
prinsif yakni padi tidak pernah tumbuh diatas dasar papan yang bagus atau
keramik yang apik melainkan hanya dari tanah yang kotor dan berdebu. Walaupun
tanah milikmu kuning tak sehitam tanah tetangga yang tak bisa ditanami padi
bukankah kau bisa menanam jagung dan tentu bisa menghasilkan yang banyak dan
berkualitas. Untuk itu kenali dirimu, belajarlah dari pengalaman dan sealalu
berusahalah menjadi yang terbaik. Dan ingat kemungkinan-kemungkian untuk
berhasil itu akan selalu ada. Oh iya yang terpenting yakni jangan menjadi orang
lain. Ingatlah itu!!!
Namaku Doki Arlian, usiaku 26 tahun, dengan Kode “E980”, aku lahir di sumatera selatan pada 04
November 1983. Orang
memangilku sang penghayal, sang pemimpi dan orang yang ingin mempunyai semua mimpi
manusia. Menurutku hal itu sedikit salah, iya memang benar aku suka memimpikan
sesuatu bahkan mengkhayalkan sesuatu yang tidak mungkin sekalipun. Walaupun
orang lain tidak menyukai dengan apa yang kusebut impian atau harapan. Aku doki
arlian tak peduli sediktipun akan hal itu, karena menurutku mimpi merupakan
harta yang tak ternilai harganya, karena dengan adanya mimpi aku akan terus
berlari mengejar yang mustahil, menggapai yang tinggi, melayang terbang sampai
aku mendapatkannya. Selain itu aku bisa menjadi apapun yang kumau dan melakukan
apapun yang kuinginkan, tentunya dimanapun aku berada aku akan terus merasa
bebas. hahha bukankah hal itu menarik.
Kau tahu tentang Sumatera Selatan? Apa??? kau tak
tahu....Baiklah, dengar. Sumatera Selatan merupakan salah satu bagian dari
negara Indonesia yang terletak di pulau Sumatera. Salah satu dari sekian
banyak pulau-pulau yang ada di indonesia. Dulunya merupakan pulau yang indah
yang masih sangat alami dan belum tersentuh oleh tangan-tangan kotor penjual
harta negara yang tak membayar pajak dan seolah-olah berpikir mereka adalah
raja yang mempunyai singgasana. Padahal kenyataannnya tak lebih dari sampah
yang berada didalam tumpukan sampah yang nanti suatu saat akan dibakar akan
karma, buah dari perbuatan-perbuatan kotornya. Ahhh,,, intinya dulu semuanya
itu indah dan sangat nyaman. Kalau masih penasaran, kenapa kau tidak lansung
kesana untuk melihat-lihat atau juga mencari jodoh, jikalau jomblo ya! Haha,,Jadi sangat jelas bukan bahwa sumatera selatan
bagian dari negara kesatuan Republik Indonesia.
Apa jangan-jangan kau tidak tahu tentang
indonesia? Ohhh... Sial jadi aku juga harus memberi tahumu. Ok... dengarkan dan
ingat... Indonesia adalah eeee negara kesatuan dari seluruh pulau-pulau di
indonesia. Paham.. oh masih belum.. apa penjelasan ku masih kurang jelas? ?
Padahal penjelasanku sudah sangat detil loh.Hmmm.... Mungkin ini benar atau
malah sebaliknya tapi cobalah untuk sedikit mengerti ok.
Menurut legenda Negara Indonesia merupakan Negara yang subur, Negara
yang sangat banyak sumber energinya, negara yang berusaha bangkit dari
keterpurukannya, Negara yang telah merdeka dan lahir pada akhir perang
dunia ke-II, tepatnya 17 agustus 1945 dan merupakan negara yang orang-orangnya memiliki
tingkat keramahan yang sangat sulit kau temui di negara-negara lainnya. Itu hanya gambaran umum saja, mungkin sisanya bisa kau
cari sendiri di google atau juga di buku-buku sejarah, itupun jika kau
menyukai sejarah. Mengerti!!!
Baiklah
inilah awal dari semua yang terburuk yang pernah ada di bumi.Tahun 2000 aku
menyelesaikan sekolah menengah atas dan melanjutkan studi ke bangku
perkuliahan di Universitas Harvard Amerika Serikat. Ya benar, aku merupakan salah
satu orang yang beruntung mendapatkan beasiswa. Karena Harvard University merupakan salah satu lembaga
elit sarjana tingkat 1 terbaik di dunia dan merupakan universitas yang banyak
menghasilkan lulusan terbaik.
Pada saat itu aku mengambil jurusan Fisika, dan merupakan salah
satu mahasiswa terbaik. Ya itu bukan bualan, tahun pertama saja aku mendapatkan formula terbaru tetang hukum gravitasi dan pihak kampus yang bekerja sama dengan
salah satu lembaga dunia mengabarkan bahwa formula itu akan diimplementasikan. Alhasil pada tahun 2002 NASA mengujicobakannya
pada sebuah alat khusus di bulan dan tentu saja berhasil sesuai dengan
perkiraan. Melihat
keberhasilan dari projek itu, namaku
sedikit melambung hingga kepelosok negri, banyak sekali tawaran-tawaran dari
orang-orang yang tak kukenal mengajakku bergabung dalam sebuah penelitian. Tapi tak semua tawaran itu kuterima, alasannya
simple “aku hanya ingin memfokuskan pada belajar, tentunya segera lulus dan
kembali ke indonesia”.Saat di bangku perkuliahan aku
bergabung dalam 5 organisasi berbeda, 2 diantaranya merupakan
organisasi pendidikan. 2 lagi merupakan organisasi milik pemerintah, dan 1 lainya adalah organisasi kemanusiaan.
Tidak semua organisasi itu kuikuti dengan baik
karena setelah kuamati ternyata kebanyakan dari mereka hanya mengambil keuntungan saja. Walaupun begitu untuk organisasi kemanusian aku
sangat aktif mengikuti kegiatannya, karena disana aku dapat bekerja secara nyata. Kami tergabung dari kalangan
pengusaha, karyawan, mahasiswa, dan tentu beberapa dokter swasta yang semua
bertujuan untuk membantu orang-orang korban bencana alam ataupun korban-korban
perang.Benar, itulah kenyataanya. Kami pernah
dikirim ke sebuah pulau di wilayah afrika, karena adanya sebuah kasus
kapal kecil yang didalamnya terdapat peti mati berisikan seorang mayat pria.
Setelah penemuan itu warga sedikit khawatir, namun karena tak mau ambil pusing
warga disana langsung menguburnya, maklum polisi ataupun tentara sangat jarang
berpatroli ke pulau tersebut, hal itu dikarenakan ganasnya lautan yang berada
disekitar pulau.
Setelah dikuburkan tak ada
masalah dan seperti orang meninggal lainnya. Namun tepatnya di hari ke-27 ia
hidup kembali dan mengacaukan tempat itu dengan berkeliling ke pemukiman warga,
sontak warga disana menjadi ketakutan dan mengurung diri. Sempat ada yang
menembaknya, namun mayat pria tersebut tak bergeming sedikitpun malah
tertawa-tawa kemudian menangis. Info ini kudapatkan dari email teman kuliahku
yang berasal dari kepulauan tersebut yang saat itu sedang pulang kampung.
Minggu sore di pertengahan juli tibalah kami di
bandara johanesburg, afrika selatan. Lalu aku menghubungi temanku, dan saat itu
ia mengatakan untuk menunggu 2 jam karena ia sedang dalam perjalanan menuju
bandara. Memang tidak ada akses jika menggunakan pesawat ataupun menggunakan
helicopter kepulau tersebut.“waw, kalian datang diluar dugaanku teman”.“oh ya,
but why?” sahutku.“aku yang sering ke amerika-afrika, hampir 7 jam waktu yang
digunakan untuk menunggu adanya pesawat, itupun belum tentu dapat langsung
landing.
Cuaca dan keadaan benar-benar diperhatikan.
Kau tahu alasannya bukan?”“perang saudara?”“benarkah, tapi di tv tak ada berita
yang mengkhawatirkan tentang afrika dan sekitarnya?”“oh soal itu, pemerintah
melarangnya dan juga kau pikir siapa yang mau meliput daerah ini.
Rawan teroris, rawan pembajakan, dan itu masih
banyak tindakan kriminal lainnya”.“tapi kan itu sebuah berita penting?”“kau
tahu 2012 nanti afrika selatan akan menjadi tuan rumah piala dunia?”“hem.. Jika
berita-berita itu muncul aku rasa tak kan ada yang datang menyaksikan
pertandingan, benar bukan?” jawabku“thats right, maka dari itu pemerintah
melarang siapapun untuk mendokumentasikannya”.“yups,,, tapi terserelah.
Aku tak terlalu tertarik pada piala dunia yang akan
diselenggarakan itu. Tapi bagaimanapun jika tidak ada berita mengenai
kejadian-kejadian perang dan para kornan-korban di negara ini. Bagaimana kami
ataupun organisasi kemanusiaan lainnya dapat memberikan bantuan”.“entahlah,
tapi berdo’a saja semoga hal ini dapat teratasi”“ok, teman-teman. Aku rasa
obrolan kalian sangat menarik. Tapi bisakah kau tunjukkan segera dimana tempat
itu dan ini sudah hampir malam bukan?” sahut dokter yang ikut
bersamaku.“hahaha, maaf-maaf pak.”
Dalam perjalan menuju pulau, kami mengendarai sebuah
mobil dan melanjutkannya dengan kapal kecil yang tersandar disebuah dermaga
tua. Setelah 3 jam menyeluri sungai, terlihat dari kejauhan indahnya pulau yang
akan kami tuju.Tibanya dipulau tersebut kami pun langsung melakukan
pengintaian. Hingga pada suatu malam mayat itu muncul, dan kemudian kami
menangkapnya dengan menggunakan jaring babi yang dialiri listrik yang membuat
mayat langsung jatuh tersungkur.
Benar saja, beberapa saat mayat itu hidup dan
setelah diteli lagi ternyata mayat itu merupakan sisa pelarian pasukan jerman
saat perang dunia kedua. Hal ini dibuktikan dengan seragam, sepatu serta umur
mayat, tubuhnya terlihat segar tanpa pucat namun tidak ada sedikitpun darah
ataupun cairan yang mengalir di nadinya. Dokter yang kalah itu bersamaku sangat
kebingungan mengingat hal ini sangat mustahil sambil berkata “ohhh tuhanku
seberapa hebatkah dirimu, hingga aku merasa gelarku sia-sia karena tak satupun
ilmuku yang mampu menjawabnya”.
Setelah akar permasalahan telah selesai
kami diam-diam membawa mayat tersebut ke laboratorium milik rekan dokterku
didaerah california, karena menurut dokter hal ini harus diteliti lagi dan ia
meminta hal ini untuk dirahasiakan ke siapapun termasuk ke pemerintah. Anehnya,
setelah 3 hari didalam laboratorium mayat tersebut hilang secara misterius,
kami sangat panik mendengar hal itu, karena takut mayat tersebut berkeliaran
mengganggu warga.Walaupun demikian kami terus mencari tahu kemungkinan
hilangnya mayat itu.
Hingga disuatu hari terdapat fax dari pemerintah
jerman yang mengclaim merekalah yang mengambilnya dan mengucapkan terima kasih
karena telah merahasiakan hal ini. Selaian itu mereka siap menanggung kerugian
yang disebabkan atas kejadian di afrika. Mendengarnya kami sedikit lega bahwa
mayat itu telah berada disana, namun yang menjadi misteri, siapa yang memberi
mereka tahu bahwa mayat itu kami bawa kesini padahal hanya kami berlima yang
tahu dan itupun tak satupun dari kami berasal dari jerman, kalau adapun
pastilah kami akan berikan mayat ini secara baik-baik, karena di organisasi ini
kami seperti keluarga.
Hingga saat ini aku masih saja berkhayal bahwa mayat itu
bukanlah tentara perang dunia ke-2 melainkan kelinci percobaan yang lepas, aku
beranggapan demikian karena bagaimana mungkin mayat tersebut berkata “halla
muchen” dimana tahun itu bayer muncehn bertemu dengan barcelona di liga
champions, tapi karena alasan itu kurang kuat kupikir lebih baik aku
melupkannya.
Namun misi yang paling selalau kuingat ketika
terjadinya penyerangan oleh dua orang pemuda di sebuah goa perbatasan Korea Utara dan Korea Selatan. Aku
bingung kenapa bisa dua orang melakukan hal itu, yakni menyandera 250 kepala
keluarga. Diantara yang disandera ada dua orang penting dari keluarga pemimpin
korea selatan dan sisanya merupakan warga Negara korea utara. Sejatinya
pemerintah Korut dan Korsel merupakan Negara yang tidak bisa duduk dalam 1
ruangan yang sama, artinya hampir beberapa tahun terakhir kedua Negara
diam-diam melakukan perang dingin untuk memojokkan Negara lainnya. Namun hari
itu aku menyaksikan dengan mata kepalaku sendiri kedua pemimpin Negara saling
berjabat tangan dan membuat sebuah tim gabungan yang bertujuan untuk
menyelamatkan para sandera.
Kala itu Sabtu 12 mei 2003, kira-kira menunjukkan jam 02.00 dinihari operasipun dimulai, aku berada di
belakang tim gabungan yang mana setiap anggota tim penyelamat memakai senjata lengkap, tak luput juga aku
memakai baju anti peluru karena ini merupakan salah satu dari persyaratan agar
aku bisa diizinkan masuk, walaupun jujur saja aku merasa tidak nyaman dengan
seragam ini karena terlalu besar untuk tubuhku yang kurus ini. Hal lainnya yang membuat misi
ini agak sedikit sulit, para penyadera menutup pertengahan lubang goa dengan
bebatuan dan pepohonan besar. Hampir 3 jam lebih kami membersihkan bebatuan dan
kayu-kayu besar tersebut hingga jalannya terbuka. Akhirnya komandan tim penyelamat menyuruh untuk menarik
pasukan karena jelas ini tidak akan efektif, mengingat stamina kami mulai
menurun dan waktu operasi juga sudah sangat jauh meleset dari rencana.
Pasukanpun ditarik mundur dan mulai keluar satu persatu. Tapi entah kenapa ada sesuatu yang membuatku tertarik
untuk masuk kedalam gua. Karena penasaran, aku bersembunyi di salah satu batu besar agar tidak ketahuan oleh regu penyelamat.
Setelah beberapa menit dan
suasanapun mulai hening, tibalah waktu untukku keluar.Akupun berjalan perlahan merayap menyusuri gua itu, semakin dalam semakin gelap.
Agar dapat terus berjalan aku menggunakan kacamata inframerah.“ehhhh….”
Senterku kuarahkan pada suatu benda yang
menepuk pundakku“apa yang kau lakukan?, bukankah sudah jelas bahwa harus keluar
dari tempat ini?” dengan sorot tajam dengan senjata laras panjangnya yang
diarahkan padaku.“ohhh… aku kira siapa, maaf untuk itu pak. Tapi ada satu hal
yang seolah-olah menarikku ketempat ini” jawabku“jangan banyak alasan, sekarang
pergilah keluar.
Aku akan menyelesaikan semuanya” sahutnya.
“kau
sendiri yang akan menyelesaikannya?”
“tentu, aku dalah pasukan yang paling elit
dan terbiasa menghadapi situasi seperti ini. Dan telah ditunjuk untuk dapat
menyelesaikan hal ini sesegera mungkin”.
“baiklah, kalo begitu. Sudah kuputuskan
aku akan membantumu”
“kau tak mendengar ucapanku, kau bisa apa” Sejenak
pria itu mencekikku dan kupikir aku akan mati ditempat itu. Kemudian ia
menginjak tanganku dengan sepatu kulitnya sambil menatapku.“ahh,, lepaskan, aku
hanya ingin menyelamatkan warga dan aku tak mau menunggu melakukan hal ini lebih lama lagi”
“sialan kau. Baiklah, tetap dibelakangku” sahutnya.Kupikir
pria itu mengujiku, bahwa resiko saat masuk akan lebih besar dan tak akan
satupun yang bertanggung jawab dengan hal itu.Kami berdua terus berjalan
menyusuri gua itu, dan tampaknya gua ini bukan sekedar gua biasa melainkan
bekas tambang, mengingat setelah beberapa meter berjalan terdapat sebuah jalur kereta
tua disana.
“hahahahah… kenapa kau ketakutan manusia sampah? jawab?” suara yang
terdengar lantang. Kemudian diiringi dengan suara teriakan wanita yang sangat
keras.
Tanpa memperdulikan
suara itu, kami terus berjalan tanpa rasa ragu menuju lubang gua lebih dalam. Hingga kami melihat sebuah perapian yang besar yang
jaraknya hanya 20 meter dari kami, aku melihat seorang pria memegang pistol laras pendek sedang mengacungkan senjatanya kearah tawanan
pria.
Para tawanan itu hanya terdiam namun sekali-sekali
tawanan wanita terjerit melihat pria itu menghantamkan senjatanya kea rah
tawanan tersebut.
“hei siapa namamu?”
“zaki. Ada apa?”
“kau bisa menembakkan senjata?”
“tidak
untuk senjata sebesar ini, tapi akan kuusahakan”
“baiklah. Aku akan menuju
tempat itu, dan tugasmu adalah mengawasiku dari kejauhan, jika salah satu dari
mereka melihat kearahku, kau hanya perlu menembaknya”
“tapi bagaimana jika mereka berjumlah banyak dan mendengar suara tembakan?” jawabku.
“tak
usah khawatir, senjata ini memiliki peredam peluru, jadi tak
usah ragu fokuslah pada sasaran”
“jika memang senjata ini kedap suara, lalu kenapa kau
harus kesana?”
“itulah yang kumaksud, aku hanya ingin menangkapnya hidup-hidup,
aku takut mereka telah memasang bom ditempat ini, jadi akan kupastikan misi ini
berjalan baik tanpa adanya pertumpahan berdarah dikedua belah pihak”
“heii, bukankah mereka telah menyakiti para warga,
kenapa juga harus dikasihani penjahat rendahan seperti mereka?”
“hemm..zaqi Kau cukup mudah ya dalam mengambil
keputusan, tapi ingat kata-kataku ini, tak semua orang yang melakukan hal
semacam ini memiliki rasa benci kepada tawanannya, mungkin malah sebaliknya
mereke benci karena pemerintah yang tidak adil. Bukankah itu masuk akal dizaman
seperti ini, dan apa kau tau orang yang berada didalam sel, apakah mereka semua
penjahat dan juga apakah kita yang berada diluar sel adalah orang baik?.
Aku tak bisa melakukan hal semacam itu membunuh
tanpa alasan yang pasti, dan jika memang mereka bersalah biarlah pengadilan
yang memutuskan”
“hemm,,, baiklah lakukan dengan cepat”. Setelah orang tadi
merayap kedepan, aku langsung mengarahkan senjata ke orang yang sedang memukuli
para tawanan.
“hei kalian!!! Dimana kalian sembunyikan kalung itu ha. Kalian
belum tahu siapa aku”. Seorang yang bertubuh pendek keluar dari sebuah tempat
yeng menyerupai sebuah pintu sambil mendorong seorang pria tua.
“ampun
pak…ampun.
Aku benar-benar tidak tahu apa yang kau bicarakan?” “dorrrr…..
Sialan kau, dari tadi hanya itu yang kauucapkan” pria itu menembak kaki pria tua tadi, hingga membuat beberapa anak
dan wanita berteriak histeris.
“aku beri kalian kesempatan satu kali lagi, jika
kalian tidak menjawabnya. Akan kuledakkan gua ini dan kalian akan mati terkubur
hidup-hidup. Mengerti?. Jawab aku wanita jalang?”
”pria itu menarik rambut
sorang wanita mudah, dan wanita itu hanya menangis ketakutan mendengar teriakan
pria.“Baiklah, hei kau yang disana. Dimana kalung itu?”
“kalung
apa bangsat.. pergilah ke neraka?” pria besar yang kedua tangannya terikat
menjawab pertanyaannya sambil meludahi laki-laki itu.
“dorrr” pria kecil itu
menembak kaki tawanan.
BERSAMBUNG.......................................!!!
“Perkenalan”
Seiring hal yang terjadi di dunia yang apabila
dipikirkan terlihat seperti sebuah kebetulan dan keberuntungan seolah-olah tak
ada satupun yang diatur oleh tuhan. Namun pada dasarnya takdir manusia telah
ditentukan jauh sebelum mereka terlahir. Memang benar kita tidak tahu kapan
waktu kita mati dan untuk apa terlahir di dunia yang terkadang sangat
menyakitkan. Pertanyaannya??? adalah mengapa tuhan yang maha kuasa tidak
memberi tahu semua itu? Jika berpikir secara logika maka sulit untuk paham dan
mengerti maksud dan tujuan sang maha perkasa. Tapi inti dari semua itu tidak
lain dan tidak bukan adalah agar kita selalu bersyukur. Jadi apa yang menurutmu
mustahil maka mulai detik ini encamkan dalam pikiranmu bahwa hal itu akan kau
dapatkan, entah besok atau lusa, entah siang ataupun malam, entah juga mungkin
saat tubuhmu mati.
Tapi yakinlah bahwa janji tuhan itu benar, iya tak
akan merubah sedikitpun janjinya, karena iya tahu kau lemah. Jadi berusahalah
sampai hal itu terwujud, tentunya dengan cara yang baik.Percayalah pada suatu
prinsif yakni padi tidak pernah tumbuh diatas dasar papan yang bagus atau
keramik yang apik melainkan hanya dari tanah yang kotor dan berdebu. Walaupun
tanah milikmu kuning tak sehitam tanah tetangga yang tak bisa ditanami padi
bukankah kau bisa menanam jagung dan tentu bisa menghasilkan yang banyak dan
berkualitas. Untuk itu kenali dirimu, belajarlah dari pengalaman dan sealalu
berusahalah menjadi yang terbaik. Dan ingat kemungkinan-kemungkian untuk
berhasil itu akan selalu ada. Oh iya yang terpenting yakni jangan menjadi orang
lain. Ingatlah itu!!!
Namaku Doki Arlian, usiaku 26 tahun, dengan Kode “E980”, aku lahir di sumatera selatan pada 04
November 1983. Orang
memangilku sang penghayal, sang pemimpi dan orang yang ingin mempunyai semua mimpi
manusia. Menurutku hal itu sedikit salah, iya memang benar aku suka memimpikan
sesuatu bahkan mengkhayalkan sesuatu yang tidak mungkin sekalipun. Walaupun
orang lain tidak menyukai dengan apa yang kusebut impian atau harapan. Aku doki
arlian tak peduli sediktipun akan hal itu, karena menurutku mimpi merupakan
harta yang tak ternilai harganya, karena dengan adanya mimpi aku akan terus
berlari mengejar yang mustahil, menggapai yang tinggi, melayang terbang sampai
aku mendapatkannya. Selain itu aku bisa menjadi apapun yang kumau dan melakukan
apapun yang kuinginkan, tentunya dimanapun aku berada aku akan terus merasa
bebas. hahha bukankah hal itu menarik.
Kau tahu tentang Sumatera Selatan? Apa??? kau tak
tahu....Baiklah, dengar. Sumatera Selatan merupakan salah satu bagian dari
negara Indonesia yang terletak di pulau Sumatera. Salah satu dari sekian
banyak pulau-pulau yang ada di indonesia. Dulunya merupakan pulau yang indah
yang masih sangat alami dan belum tersentuh oleh tangan-tangan kotor penjual
harta negara yang tak membayar pajak dan seolah-olah berpikir mereka adalah
raja yang mempunyai singgasana. Padahal kenyataannnya tak lebih dari sampah
yang berada didalam tumpukan sampah yang nanti suatu saat akan dibakar akan
karma, buah dari perbuatan-perbuatan kotornya. Ahhh,,, intinya dulu semuanya
itu indah dan sangat nyaman. Kalau masih penasaran, kenapa kau tidak lansung
kesana untuk melihat-lihat atau juga mencari jodoh, jikalau jomblo ya! Haha,,Jadi sangat jelas bukan bahwa sumatera selatan
bagian dari negara kesatuan Republik Indonesia.
Apa jangan-jangan kau tidak tahu tentang
indonesia? Ohhh... Sial jadi aku juga harus memberi tahumu. Ok... dengarkan dan
ingat... Indonesia adalah eeee negara kesatuan dari seluruh pulau-pulau di
indonesia. Paham.. oh masih belum.. apa penjelasan ku masih kurang jelas? ?
Padahal penjelasanku sudah sangat detil loh.Hmmm.... Mungkin ini benar atau
malah sebaliknya tapi cobalah untuk sedikit mengerti ok.
Menurut legenda Negara Indonesia merupakan Negara yang subur, Negara
yang sangat banyak sumber energinya, negara yang berusaha bangkit dari
keterpurukannya, Negara yang telah merdeka dan lahir pada akhir perang
dunia ke-II, tepatnya 17 agustus 1945 dan merupakan negara yang orang-orangnya memiliki
tingkat keramahan yang sangat sulit kau temui di negara-negara lainnya. Itu hanya gambaran umum saja, mungkin sisanya bisa kau
cari sendiri di google atau juga di buku-buku sejarah, itupun jika kau
menyukai sejarah. Mengerti!!!
Baiklah
inilah awal dari semua yang terburuk yang pernah ada di bumi.Tahun 2000 aku
menyelesaikan sekolah menengah atas dan melanjutkan studi ke bangku
perkuliahan di Universitas Harvard Amerika Serikat. Ya benar, aku merupakan salah
satu orang yang beruntung mendapatkan beasiswa. Karena Harvard University merupakan salah satu lembaga
elit sarjana tingkat 1 terbaik di dunia dan merupakan universitas yang banyak
menghasilkan lulusan terbaik.
Pada saat itu aku mengambil jurusan Fisika, dan merupakan salah
satu mahasiswa terbaik. Ya itu bukan bualan, tahun pertama saja aku mendapatkan formula terbaru tetang hukum gravitasi dan pihak kampus yang bekerja sama dengan
salah satu lembaga dunia mengabarkan bahwa formula itu akan diimplementasikan. Alhasil pada tahun 2002 NASA mengujicobakannya
pada sebuah alat khusus di bulan dan tentu saja berhasil sesuai dengan
perkiraan. Melihat
keberhasilan dari projek itu, namaku
sedikit melambung hingga kepelosok negri, banyak sekali tawaran-tawaran dari
orang-orang yang tak kukenal mengajakku bergabung dalam sebuah penelitian. Tapi tak semua tawaran itu kuterima, alasannya
simple “aku hanya ingin memfokuskan pada belajar, tentunya segera lulus dan
kembali ke indonesia”.Saat di bangku perkuliahan aku
bergabung dalam 5 organisasi berbeda, 2 diantaranya merupakan
organisasi pendidikan. 2 lagi merupakan organisasi milik pemerintah, dan 1 lainya adalah organisasi kemanusiaan.
Tidak semua organisasi itu kuikuti dengan baik
karena setelah kuamati ternyata kebanyakan dari mereka hanya mengambil keuntungan saja. Walaupun begitu untuk organisasi kemanusian aku
sangat aktif mengikuti kegiatannya, karena disana aku dapat bekerja secara nyata. Kami tergabung dari kalangan
pengusaha, karyawan, mahasiswa, dan tentu beberapa dokter swasta yang semua
bertujuan untuk membantu orang-orang korban bencana alam ataupun korban-korban
perang.Benar, itulah kenyataanya. Kami pernah
dikirim ke sebuah pulau di wilayah afrika, karena adanya sebuah kasus
kapal kecil yang didalamnya terdapat peti mati berisikan seorang mayat pria.
Setelah penemuan itu warga sedikit khawatir, namun karena tak mau ambil pusing
warga disana langsung menguburnya, maklum polisi ataupun tentara sangat jarang
berpatroli ke pulau tersebut, hal itu dikarenakan ganasnya lautan yang berada
disekitar pulau.
Setelah dikuburkan tak ada
masalah dan seperti orang meninggal lainnya. Namun tepatnya di hari ke-27 ia
hidup kembali dan mengacaukan tempat itu dengan berkeliling ke pemukiman warga,
sontak warga disana menjadi ketakutan dan mengurung diri. Sempat ada yang
menembaknya, namun mayat pria tersebut tak bergeming sedikitpun malah
tertawa-tawa kemudian menangis. Info ini kudapatkan dari email teman kuliahku
yang berasal dari kepulauan tersebut yang saat itu sedang pulang kampung.
Minggu sore di pertengahan juli tibalah kami di
bandara johanesburg, afrika selatan. Lalu aku menghubungi temanku, dan saat itu
ia mengatakan untuk menunggu 2 jam karena ia sedang dalam perjalanan menuju
bandara. Memang tidak ada akses jika menggunakan pesawat ataupun menggunakan
helicopter kepulau tersebut.“waw, kalian datang diluar dugaanku teman”.“oh ya,
but why?” sahutku.“aku yang sering ke amerika-afrika, hampir 7 jam waktu yang
digunakan untuk menunggu adanya pesawat, itupun belum tentu dapat langsung
landing.
Cuaca dan keadaan benar-benar diperhatikan.
Kau tahu alasannya bukan?”“perang saudara?”“benarkah, tapi di tv tak ada berita
yang mengkhawatirkan tentang afrika dan sekitarnya?”“oh soal itu, pemerintah
melarangnya dan juga kau pikir siapa yang mau meliput daerah ini.
Rawan teroris, rawan pembajakan, dan itu masih
banyak tindakan kriminal lainnya”.“tapi kan itu sebuah berita penting?”“kau
tahu 2012 nanti afrika selatan akan menjadi tuan rumah piala dunia?”“hem.. Jika
berita-berita itu muncul aku rasa tak kan ada yang datang menyaksikan
pertandingan, benar bukan?” jawabku“thats right, maka dari itu pemerintah
melarang siapapun untuk mendokumentasikannya”.“yups,,, tapi terserelah.
Aku tak terlalu tertarik pada piala dunia yang akan
diselenggarakan itu. Tapi bagaimanapun jika tidak ada berita mengenai
kejadian-kejadian perang dan para kornan-korban di negara ini. Bagaimana kami
ataupun organisasi kemanusiaan lainnya dapat memberikan bantuan”.“entahlah,
tapi berdo’a saja semoga hal ini dapat teratasi”“ok, teman-teman. Aku rasa
obrolan kalian sangat menarik. Tapi bisakah kau tunjukkan segera dimana tempat
itu dan ini sudah hampir malam bukan?” sahut dokter yang ikut
bersamaku.“hahaha, maaf-maaf pak.”
Dalam perjalan menuju pulau, kami mengendarai sebuah
mobil dan melanjutkannya dengan kapal kecil yang tersandar disebuah dermaga
tua. Setelah 3 jam menyeluri sungai, terlihat dari kejauhan indahnya pulau yang
akan kami tuju.Tibanya dipulau tersebut kami pun langsung melakukan
pengintaian. Hingga pada suatu malam mayat itu muncul, dan kemudian kami
menangkapnya dengan menggunakan jaring babi yang dialiri listrik yang membuat
mayat langsung jatuh tersungkur.
Benar saja, beberapa saat mayat itu hidup dan
setelah diteli lagi ternyata mayat itu merupakan sisa pelarian pasukan jerman
saat perang dunia kedua. Hal ini dibuktikan dengan seragam, sepatu serta umur
mayat, tubuhnya terlihat segar tanpa pucat namun tidak ada sedikitpun darah
ataupun cairan yang mengalir di nadinya. Dokter yang kalah itu bersamaku sangat
kebingungan mengingat hal ini sangat mustahil sambil berkata “ohhh tuhanku
seberapa hebatkah dirimu, hingga aku merasa gelarku sia-sia karena tak satupun
ilmuku yang mampu menjawabnya”.
Setelah akar permasalahan telah selesai
kami diam-diam membawa mayat tersebut ke laboratorium milik rekan dokterku
didaerah california, karena menurut dokter hal ini harus diteliti lagi dan ia
meminta hal ini untuk dirahasiakan ke siapapun termasuk ke pemerintah. Anehnya,
setelah 3 hari didalam laboratorium mayat tersebut hilang secara misterius,
kami sangat panik mendengar hal itu, karena takut mayat tersebut berkeliaran
mengganggu warga.Walaupun demikian kami terus mencari tahu kemungkinan
hilangnya mayat itu.
Hingga disuatu hari terdapat fax dari pemerintah
jerman yang mengclaim merekalah yang mengambilnya dan mengucapkan terima kasih
karena telah merahasiakan hal ini. Selaian itu mereka siap menanggung kerugian
yang disebabkan atas kejadian di afrika. Mendengarnya kami sedikit lega bahwa
mayat itu telah berada disana, namun yang menjadi misteri, siapa yang memberi
mereka tahu bahwa mayat itu kami bawa kesini padahal hanya kami berlima yang
tahu dan itupun tak satupun dari kami berasal dari jerman, kalau adapun
pastilah kami akan berikan mayat ini secara baik-baik, karena di organisasi ini
kami seperti keluarga.
Hingga saat ini aku masih saja berkhayal bahwa mayat itu
bukanlah tentara perang dunia ke-2 melainkan kelinci percobaan yang lepas, aku
beranggapan demikian karena bagaimana mungkin mayat tersebut berkata “halla
muchen” dimana tahun itu bayer muncehn bertemu dengan barcelona di liga
champions, tapi karena alasan itu kurang kuat kupikir lebih baik aku
melupkannya.
Namun misi yang paling selalau kuingat ketika
terjadinya penyerangan oleh dua orang pemuda di sebuah goa perbatasan Korea Utara dan Korea Selatan. Aku
bingung kenapa bisa dua orang melakukan hal itu, yakni menyandera 250 kepala
keluarga. Diantara yang disandera ada dua orang penting dari keluarga pemimpin
korea selatan dan sisanya merupakan warga Negara korea utara. Sejatinya
pemerintah Korut dan Korsel merupakan Negara yang tidak bisa duduk dalam 1
ruangan yang sama, artinya hampir beberapa tahun terakhir kedua Negara
diam-diam melakukan perang dingin untuk memojokkan Negara lainnya. Namun hari
itu aku menyaksikan dengan mata kepalaku sendiri kedua pemimpin Negara saling
berjabat tangan dan membuat sebuah tim gabungan yang bertujuan untuk
menyelamatkan para sandera.
Kala itu Sabtu 12 mei 2003, kira-kira menunjukkan jam 02.00 dinihari operasipun dimulai, aku berada di
belakang tim gabungan yang mana setiap anggota tim penyelamat memakai senjata lengkap, tak luput juga aku
memakai baju anti peluru karena ini merupakan salah satu dari persyaratan agar
aku bisa diizinkan masuk, walaupun jujur saja aku merasa tidak nyaman dengan
seragam ini karena terlalu besar untuk tubuhku yang kurus ini. Hal lainnya yang membuat misi
ini agak sedikit sulit, para penyadera menutup pertengahan lubang goa dengan
bebatuan dan pepohonan besar. Hampir 3 jam lebih kami membersihkan bebatuan dan
kayu-kayu besar tersebut hingga jalannya terbuka. Akhirnya komandan tim penyelamat menyuruh untuk menarik
pasukan karena jelas ini tidak akan efektif, mengingat stamina kami mulai
menurun dan waktu operasi juga sudah sangat jauh meleset dari rencana.
Pasukanpun ditarik mundur dan mulai keluar satu persatu. Tapi entah kenapa ada sesuatu yang membuatku tertarik
untuk masuk kedalam gua. Karena penasaran, aku bersembunyi di salah satu batu besar agar tidak ketahuan oleh regu penyelamat.
Setelah beberapa menit dan
suasanapun mulai hening, tibalah waktu untukku keluar.Akupun berjalan perlahan merayap menyusuri gua itu, semakin dalam semakin gelap.
Agar dapat terus berjalan aku menggunakan kacamata inframerah.“ehhhh….”
Senterku kuarahkan pada suatu benda yang
menepuk pundakku“apa yang kau lakukan?, bukankah sudah jelas bahwa harus keluar
dari tempat ini?” dengan sorot tajam dengan senjata laras panjangnya yang
diarahkan padaku.“ohhh… aku kira siapa, maaf untuk itu pak. Tapi ada satu hal
yang seolah-olah menarikku ketempat ini” jawabku“jangan banyak alasan, sekarang
pergilah keluar.
Aku akan menyelesaikan semuanya” sahutnya.
“kau
sendiri yang akan menyelesaikannya?”
“tentu, aku dalah pasukan yang paling elit
dan terbiasa menghadapi situasi seperti ini. Dan telah ditunjuk untuk dapat
menyelesaikan hal ini sesegera mungkin”.
“baiklah, kalo begitu. Sudah kuputuskan
aku akan membantumu”
“kau tak mendengar ucapanku, kau bisa apa” Sejenak
pria itu mencekikku dan kupikir aku akan mati ditempat itu. Kemudian ia
menginjak tanganku dengan sepatu kulitnya sambil menatapku.“ahh,, lepaskan, aku
hanya ingin menyelamatkan warga dan aku tak mau menunggu melakukan hal ini lebih lama lagi”
“sialan kau. Baiklah, tetap dibelakangku” sahutnya.Kupikir
pria itu mengujiku, bahwa resiko saat masuk akan lebih besar dan tak akan
satupun yang bertanggung jawab dengan hal itu.Kami berdua terus berjalan
menyusuri gua itu, dan tampaknya gua ini bukan sekedar gua biasa melainkan
bekas tambang, mengingat setelah beberapa meter berjalan terdapat sebuah jalur kereta
tua disana.
“hahahahah… kenapa kau ketakutan manusia sampah? jawab?” suara yang
terdengar lantang. Kemudian diiringi dengan suara teriakan wanita yang sangat
keras.
Tanpa memperdulikan
suara itu, kami terus berjalan tanpa rasa ragu menuju lubang gua lebih dalam. Hingga kami melihat sebuah perapian yang besar yang
jaraknya hanya 20 meter dari kami, aku melihat seorang pria memegang pistol laras pendek sedang mengacungkan senjatanya kearah tawanan
pria.
Para tawanan itu hanya terdiam namun sekali-sekali
tawanan wanita terjerit melihat pria itu menghantamkan senjatanya kea rah
tawanan tersebut.
“hei siapa namamu?”
“zaki. Ada apa?”
“kau bisa menembakkan senjata?”
“tidak
untuk senjata sebesar ini, tapi akan kuusahakan”
“baiklah. Aku akan menuju
tempat itu, dan tugasmu adalah mengawasiku dari kejauhan, jika salah satu dari
mereka melihat kearahku, kau hanya perlu menembaknya”
“tapi bagaimana jika mereka berjumlah banyak dan mendengar suara tembakan?” jawabku.
“tak
usah khawatir, senjata ini memiliki peredam peluru, jadi tak
usah ragu fokuslah pada sasaran”
“jika memang senjata ini kedap suara, lalu kenapa kau
harus kesana?”
“itulah yang kumaksud, aku hanya ingin menangkapnya hidup-hidup,
aku takut mereka telah memasang bom ditempat ini, jadi akan kupastikan misi ini
berjalan baik tanpa adanya pertumpahan berdarah dikedua belah pihak”
“heii, bukankah mereka telah menyakiti para warga,
kenapa juga harus dikasihani penjahat rendahan seperti mereka?”
“hemm..zaqi Kau cukup mudah ya dalam mengambil
keputusan, tapi ingat kata-kataku ini, tak semua orang yang melakukan hal
semacam ini memiliki rasa benci kepada tawanannya, mungkin malah sebaliknya
mereke benci karena pemerintah yang tidak adil. Bukankah itu masuk akal dizaman
seperti ini, dan apa kau tau orang yang berada didalam sel, apakah mereka semua
penjahat dan juga apakah kita yang berada diluar sel adalah orang baik?.
Aku tak bisa melakukan hal semacam itu membunuh
tanpa alasan yang pasti, dan jika memang mereka bersalah biarlah pengadilan
yang memutuskan”
“hemm,,, baiklah lakukan dengan cepat”. Setelah orang tadi
merayap kedepan, aku langsung mengarahkan senjata ke orang yang sedang memukuli
para tawanan.
“hei kalian!!! Dimana kalian sembunyikan kalung itu ha. Kalian
belum tahu siapa aku”. Seorang yang bertubuh pendek keluar dari sebuah tempat
yeng menyerupai sebuah pintu sambil mendorong seorang pria tua.
“ampun
pak…ampun.
Aku benar-benar tidak tahu apa yang kau bicarakan?” “dorrrr…..
Sialan kau, dari tadi hanya itu yang kauucapkan” pria itu menembak kaki pria tua tadi, hingga membuat beberapa anak
dan wanita berteriak histeris.
“aku beri kalian kesempatan satu kali lagi, jika
kalian tidak menjawabnya. Akan kuledakkan gua ini dan kalian akan mati terkubur
hidup-hidup. Mengerti?. Jawab aku wanita jalang?”
”pria itu menarik rambut
sorang wanita mudah, dan wanita itu hanya menangis ketakutan mendengar teriakan
pria.“Baiklah, hei kau yang disana. Dimana kalung itu?”
“kalung
apa bangsat.. pergilah ke neraka?” pria besar yang kedua tangannya terikat
menjawab pertanyaannya sambil meludahi laki-laki itu.
“dorrr” pria kecil itu
menembak kaki tawanan.
BERSAMBUNG.......................................!!!
BERSAMBUNG.......................................!!!