Arsip Blog

Rabu, 19 Oktober 2016

Sejarah Yang Hilang Dalam Mimpi

“Perkenalan”
Seiring hal yang terjadi di dunia yang apabila dipikirkan terlihat seperti sebuah kebetulan dan keberuntungan seolah-olah tak ada satupun yang diatur oleh tuhan. Namun pada dasarnya takdir manusia telah ditentukan jauh sebelum mereka terlahir. Memang benar kita tidak tahu kapan waktu kita mati dan untuk apa terlahir di dunia yang terkadang sangat menyakitkan. Pertanyaannya??? adalah mengapa tuhan yang maha kuasa tidak memberi tahu semua itu? Jika berpikir secara logika maka sulit untuk paham dan mengerti maksud dan tujuan sang maha perkasa. Tapi inti dari semua itu tidak lain dan tidak bukan adalah agar kita selalu bersyukur. Jadi apa yang menurutmu mustahil maka mulai detik ini encamkan dalam pikiranmu bahwa hal itu akan kau dapatkan, entah besok atau lusa, entah siang ataupun malam, entah juga mungkin saat tubuhmu mati.
Tapi yakinlah bahwa janji tuhan itu benar, iya tak akan merubah sedikitpun janjinya, karena iya tahu kau lemah. Jadi berusahalah sampai hal itu terwujud, tentunya dengan cara yang baik.Percayalah pada suatu prinsif yakni padi tidak pernah tumbuh diatas dasar papan yang bagus atau keramik yang apik melainkan hanya dari tanah yang kotor dan berdebu. Walaupun tanah milikmu kuning tak sehitam tanah tetangga yang tak bisa ditanami padi bukankah kau bisa menanam jagung dan tentu bisa menghasilkan yang banyak dan berkualitas. Untuk itu kenali dirimu, belajarlah dari pengalaman dan sealalu berusahalah menjadi yang terbaik. Dan ingat kemungkinan-kemungkian untuk berhasil itu akan selalu ada. Oh iya yang terpenting yakni jangan menjadi orang lain. Ingatlah itu!!!
Namaku Doki Arlian, usiaku 26 tahun, dengan Kode “E980”, aku lahir di sumatera selatan  pada 04 November 1983. Orang memangilku sang penghayal, sang pemimpi dan orang yang ingin mempunyai semua mimpi manusia. Menurutku hal itu sedikit salah, iya memang benar aku suka memimpikan sesuatu bahkan mengkhayalkan sesuatu yang tidak mungkin sekalipun. Walaupun orang lain tidak menyukai dengan apa yang kusebut impian atau harapan. Aku doki arlian tak peduli sediktipun akan hal itu, karena menurutku mimpi merupakan harta yang tak ternilai harganya, karena dengan adanya mimpi aku akan terus berlari mengejar yang mustahil, menggapai yang tinggi, melayang terbang sampai aku mendapatkannya. Selain itu aku bisa menjadi apapun yang kumau dan melakukan apapun yang kuinginkan, tentunya dimanapun aku berada aku akan terus merasa bebas. hahha bukankah hal itu menarik.
Kau tahu tentang Sumatera Selatan? Apa??? kau tak tahu....Baiklah, dengar. Sumatera Selatan merupakan salah satu bagian dari negara Indonesia yang terletak di pulau Sumatera.  Salah satu dari sekian banyak pulau-pulau yang ada di indonesia. Dulunya merupakan pulau yang indah yang masih sangat alami dan belum tersentuh oleh tangan-tangan kotor penjual harta negara yang tak membayar pajak dan seolah-olah berpikir mereka adalah raja yang mempunyai singgasana. Padahal kenyataannnya tak lebih dari sampah yang berada didalam tumpukan sampah yang nanti suatu saat akan dibakar akan karma, buah dari perbuatan-perbuatan kotornya. Ahhh,,, intinya dulu semuanya itu indah dan sangat nyaman. Kalau masih penasaran, kenapa kau tidak lansung kesana untuk melihat-lihat atau juga mencari jodoh, jikalau jomblo ya! Haha,,Jadi sangat jelas bukan bahwa sumatera selatan bagian dari negara kesatuan Republik Indonesia.
Apa jangan-jangan  kau tidak tahu tentang indonesia? Ohhh... Sial jadi aku juga harus memberi tahumu. Ok... dengarkan dan ingat... Indonesia adalah eeee negara kesatuan dari seluruh pulau-pulau di indonesia. Paham.. oh masih belum.. apa penjelasan ku masih kurang jelas? ? Padahal penjelasanku sudah sangat detil loh.Hmmm.... Mungkin ini benar atau malah sebaliknya tapi cobalah untuk sedikit mengerti ok. 
Menurut legenda  Negara Indonesia merupakan Negara yang subur, Negara yang sangat banyak sumber energinya,  negara yang berusaha bangkit dari keterpurukannya,  Negara yang telah merdeka dan lahir pada akhir perang dunia ke-II, tepatnya 17 agustus 1945 dan merupakan negara yang orang-orangnya memiliki tingkat keramahan yang sangat sulit kau temui di negara-negara lainnya. Itu hanya gambaran umum saja, mungkin sisanya bisa kau cari sendiri di google  atau juga di buku-buku sejarah, itupun jika kau menyukai sejarah. Mengerti!!!  
Baiklah inilah awal dari semua yang terburuk yang pernah ada di bumi.Tahun 2000 aku menyelesaikan sekolah menengah atas dan melanjutkan studi ke bangku perkuliahan di Universitas Harvard Amerika Serikat. Ya benar, aku merupakan salah satu orang yang beruntung mendapatkan beasiswa. Karena Harvard University merupakan salah satu lembaga elit sarjana tingkat 1 terbaik di dunia dan merupakan universitas yang banyak menghasilkan lulusan terbaik. 
Pada saat itu aku mengambil jurusan Fisika, dan merupakan salah satu mahasiswa terbaik. Ya itu bukan bualan, tahun pertama saja aku mendapatkan formula terbaru tetang hukum gravitasi dan pihak kampus yang bekerja sama dengan salah satu lembaga dunia mengabarkan bahwa formula itu akan diimplementasikan. Alhasil pada tahun 2002 NASA mengujicobakannya pada sebuah alat khusus di bulan dan tentu saja berhasil sesuai dengan perkiraan. Melihat keberhasilan dari projek itu, namaku sedikit melambung hingga kepelosok negri, banyak sekali tawaran-tawaran dari orang-orang yang tak kukenal mengajakku bergabung dalam sebuah penelitian. Tapi tak semua tawaran itu kuterima, alasannya simple “aku hanya ingin memfokuskan pada belajar, tentunya segera lulus dan kembali ke indonesia”.Saat di bangku perkuliahan aku bergabung dalam 5 organisasi berbeda, 2 diantaranya merupakan organisasi pendidikan. 2 lagi merupakan organisasi milik pemerintah, dan 1 lainya adalah organisasi kemanusiaan. 
Tidak semua organisasi itu kuikuti dengan baik karena setelah kuamati ternyata kebanyakan dari mereka hanya mengambil keuntungan saja. Walaupun begitu untuk organisasi kemanusian aku sangat aktif mengikuti kegiatannya, karena disana aku dapat bekerja secara nyataKami tergabung dari kalangan pengusaha, karyawan, mahasiswa, dan tentu beberapa dokter swasta yang semua bertujuan untuk membantu orang-orang korban bencana alam ataupun korban-korban perang.Benar, itulah kenyataanya. Kami pernah dikirim ke sebuah pulau di wilayah afrika, karena adanya sebuah kasus kapal kecil yang didalamnya terdapat peti mati berisikan seorang mayat pria. Setelah penemuan itu warga sedikit khawatir, namun karena tak mau ambil pusing warga disana langsung menguburnya, maklum polisi ataupun tentara sangat jarang berpatroli ke pulau tersebut, hal itu dikarenakan ganasnya lautan yang berada disekitar pulau.
Setelah dikuburkan tak ada masalah dan seperti orang meninggal lainnya. Namun tepatnya di hari ke-27 ia hidup kembali dan mengacaukan tempat itu dengan berkeliling ke pemukiman warga, sontak  warga disana menjadi ketakutan dan mengurung diri. Sempat ada yang menembaknya, namun mayat pria tersebut tak bergeming sedikitpun malah tertawa-tawa kemudian menangis. Info ini kudapatkan dari email teman kuliahku yang berasal dari kepulauan tersebut yang saat itu sedang pulang kampung.
Minggu sore di pertengahan juli tibalah kami di bandara johanesburg, afrika selatan. Lalu aku menghubungi temanku, dan saat itu ia mengatakan untuk menunggu 2 jam karena ia sedang dalam perjalanan menuju bandara. Memang tidak ada akses jika menggunakan pesawat ataupun menggunakan helicopter kepulau tersebut.“waw, kalian datang diluar dugaanku teman”.“oh ya, but why?” sahutku.“aku yang sering ke amerika-afrika, hampir 7 jam waktu yang digunakan untuk menunggu adanya pesawat, itupun belum tentu dapat langsung landing.
Cuaca dan keadaan  benar-benar diperhatikan. Kau tahu alasannya bukan?”“perang saudara?”“benarkah, tapi di tv tak ada berita yang mengkhawatirkan tentang afrika dan sekitarnya?”“oh soal itu, pemerintah melarangnya dan juga kau pikir siapa yang mau meliput daerah ini.
Rawan teroris, rawan pembajakan, dan itu masih banyak tindakan kriminal lainnya”.“tapi kan itu sebuah berita penting?”“kau tahu 2012 nanti afrika selatan akan menjadi tuan rumah piala dunia?”“hem.. Jika berita-berita itu muncul aku rasa tak kan ada yang datang menyaksikan pertandingan, benar bukan?” jawabku“thats right, maka dari itu pemerintah melarang siapapun untuk mendokumentasikannya”.“yups,,, tapi terserelah.
Aku tak terlalu tertarik pada piala dunia yang akan diselenggarakan itu. Tapi bagaimanapun jika tidak ada berita mengenai kejadian-kejadian perang dan para kornan-korban di negara ini. Bagaimana kami ataupun organisasi kemanusiaan lainnya dapat memberikan bantuan”.“entahlah, tapi berdo’a saja semoga hal ini dapat teratasi”“ok, teman-teman. Aku rasa obrolan kalian sangat menarik. Tapi bisakah kau tunjukkan segera dimana tempat itu dan ini sudah hampir malam bukan?” sahut dokter yang ikut bersamaku.“hahaha, maaf-maaf pak.”
Dalam perjalan menuju pulau, kami mengendarai sebuah mobil dan melanjutkannya dengan kapal kecil yang tersandar disebuah dermaga tua. Setelah 3 jam menyeluri sungai, terlihat dari kejauhan indahnya pulau yang akan kami tuju.Tibanya dipulau tersebut kami pun langsung melakukan pengintaian. Hingga pada suatu malam mayat itu muncul, dan kemudian kami menangkapnya dengan menggunakan jaring babi yang dialiri listrik yang membuat mayat langsung jatuh tersungkur. 
Benar saja, beberapa saat mayat itu hidup dan setelah diteli lagi ternyata mayat itu merupakan sisa pelarian pasukan jerman saat perang dunia kedua. Hal ini dibuktikan dengan seragam, sepatu serta umur mayat, tubuhnya terlihat segar tanpa pucat namun tidak ada sedikitpun darah ataupun cairan yang mengalir di nadinya. Dokter yang kalah itu bersamaku sangat kebingungan mengingat hal ini sangat mustahil sambil berkata “ohhh tuhanku seberapa hebatkah dirimu, hingga aku merasa gelarku sia-sia karena tak satupun ilmuku yang mampu menjawabnya”. 
Setelah akar permasalahan telah selesai kami diam-diam membawa mayat tersebut ke laboratorium milik rekan dokterku didaerah california, karena menurut dokter hal ini harus diteliti lagi dan ia meminta hal ini untuk dirahasiakan ke siapapun termasuk ke pemerintah. Anehnya, setelah 3 hari didalam laboratorium mayat tersebut hilang secara misterius, kami sangat panik mendengar hal itu, karena takut mayat tersebut berkeliaran mengganggu warga.Walaupun demikian kami terus mencari tahu kemungkinan hilangnya mayat itu.
Hingga disuatu hari terdapat fax dari pemerintah jerman yang mengclaim merekalah yang mengambilnya dan mengucapkan terima kasih karena telah merahasiakan hal ini. Selaian itu mereka siap menanggung kerugian yang disebabkan atas kejadian di afrika. Mendengarnya kami sedikit lega bahwa mayat itu telah berada disana, namun yang menjadi misteri, siapa yang memberi mereka tahu bahwa mayat itu kami bawa kesini padahal hanya kami berlima yang tahu dan itupun tak satupun dari kami berasal dari jerman, kalau adapun pastilah kami akan berikan mayat ini secara baik-baik, karena di organisasi ini kami seperti keluarga. 
Hingga saat ini aku masih saja berkhayal bahwa mayat itu bukanlah tentara perang dunia ke-2 melainkan kelinci percobaan yang lepas, aku beranggapan demikian karena bagaimana mungkin mayat tersebut berkata “halla muchen” dimana tahun itu bayer muncehn bertemu dengan barcelona di liga champions, tapi karena alasan itu kurang kuat kupikir lebih baik aku melupkannya.   
Namun misi yang paling selalau kuingat ketika terjadinya penyerangan oleh dua orang pemuda di sebuah goa perbatasan Korea Utara dan Korea Selatan. Aku bingung kenapa bisa dua orang melakukan hal itu, yakni menyandera 250 kepala keluarga. Diantara yang disandera ada dua orang penting dari keluarga pemimpin korea selatan dan sisanya merupakan warga Negara korea utara. Sejatinya pemerintah Korut dan Korsel merupakan Negara yang tidak bisa duduk dalam 1 ruangan yang sama, artinya hampir beberapa tahun terakhir kedua Negara diam-diam melakukan perang dingin untuk memojokkan Negara lainnya. Namun hari itu aku menyaksikan dengan mata kepalaku sendiri kedua pemimpin Negara saling berjabat tangan dan membuat sebuah tim gabungan yang bertujuan untuk menyelamatkan para sandera.
Kala itu Sabtu 12 mei 2003, kira-kira menunjukkan jam 02.00 dinihari operasipun dimulai, aku berada di belakang tim gabungan yang mana setiap anggota tim penyelamat memakai senjata lengkap, tak luput juga aku memakai baju anti peluru karena ini merupakan salah satu dari persyaratan agar aku bisa diizinkan masuk, walaupun jujur saja aku merasa tidak nyaman dengan seragam ini karena terlalu besar untuk tubuhku yang kurus ini. Hal lainnya yang membuat misi ini agak sedikit sulit, para penyadera menutup pertengahan lubang goa dengan bebatuan dan pepohonan besar. Hampir 3 jam lebih kami membersihkan bebatuan dan kayu-kayu besar tersebut hingga jalannya terbuka. Akhirnya komandan tim penyelamat menyuruh untuk menarik pasukan karena jelas ini tidak akan efektif, mengingat stamina kami mulai menurun dan waktu operasi juga sudah sangat jauh meleset dari rencana.
Pasukanpun ditarik mundur dan mulai keluar satu persatu. Tapi entah kenapa ada sesuatu yang membuatku tertarik untuk masuk kedalam gua. Karena penasaran, aku bersembunyi di salah satu batu besar agar tidak ketahuan oleh regu penyelamat. Setelah beberapa menit dan suasanapun mulai hening, tibalah waktu untukku keluar.Akupun berjalan perlahan merayap menyusuri gua itu, semakin dalam semakin gelap. Agar dapat terus berjalan aku menggunakan kacamata inframerah.“ehhhh….” 
Senterku kuarahkan pada suatu benda yang menepuk pundakku“apa yang kau lakukan?, bukankah sudah jelas bahwa harus keluar dari tempat ini?” dengan sorot tajam dengan senjata laras panjangnya yang diarahkan padaku.“ohhh… aku kira siapa, maaf untuk itu pak. Tapi ada satu hal yang seolah-olah menarikku ketempat ini” jawabku“jangan banyak alasan, sekarang pergilah keluar. 
Aku akan menyelesaikan semuanya” sahutnya.
“kau sendiri yang akan menyelesaikannya?”
“tentu, aku dalah pasukan yang paling elit dan terbiasa menghadapi situasi seperti ini. Dan telah ditunjuk untuk dapat menyelesaikan hal ini sesegera mungkin”.
“baiklah, kalo begitu. Sudah kuputuskan aku akan membantumu”
“kau tak mendengar ucapanku, kau bisa apa” Sejenak pria itu mencekikku dan kupikir aku akan mati ditempat itu. Kemudian ia menginjak tanganku dengan sepatu kulitnya sambil menatapku.“ahh,, lepaskan, aku hanya ingin menyelamatkan warga dan aku tak mau menunggu melakukan hal ini lebih lama lagi
 “sialan kau. Baiklah, tetap dibelakangku” sahutnya.Kupikir pria itu mengujiku, bahwa resiko saat masuk akan lebih besar dan tak akan satupun yang bertanggung jawab dengan hal itu.Kami berdua terus berjalan menyusuri gua itu, dan tampaknya gua ini bukan sekedar gua biasa melainkan bekas tambang, mengingat setelah beberapa meter berjalan terdapat sebuah jalur kereta tua disana.
“hahahahah… kenapa kau ketakutan manusia sampah? jawab?” suara yang terdengar lantang. Kemudian diiringi dengan suara teriakan wanita yang sangat keras.
Tanpa memperdulikan suara itu, kami terus berjalan tanpa rasa ragu menuju lubang gua lebih dalam. Hingga kami melihat sebuah perapian yang besar yang jaraknya hanya 20 meter dari kami, aku melihat seorang pria memegang pistol laras pendek sedang mengacungkan senjatanya kearah tawanan pria. 
Para tawanan itu hanya terdiam namun sekali-sekali tawanan wanita terjerit melihat pria itu menghantamkan senjatanya kea rah tawanan tersebut.
“hei siapa namamu?”
“zaki. Ada apa?”
“kau bisa menembakkan senjata?”
“tidak untuk senjata sebesar ini, tapi akan kuusahakan”
“baiklah. Aku akan menuju tempat itu, dan tugasmu adalah mengawasiku dari kejauhan, jika salah satu dari mereka melihat kearahku, kau hanya perlu menembaknya”
“tapi bagaimana jika mereka berjumlah banyak dan mendengar suara tembakan?” jawabku.
“tak usah khawatir, senjata ini memiliki peredam peluru, jadi tak usah ragu fokuslah pada sasaran”
jika memang senjata ini kedap suara, lalu kenapa kau harus kesana?”
“itulah yang kumaksud, aku hanya ingin menangkapnya hidup-hidup, aku takut mereka telah memasang bom ditempat ini, jadi akan kupastikan misi ini berjalan baik tanpa adanya pertumpahan berdarah dikedua belah pihak”
“heii, bukankah mereka telah menyakiti para warga, kenapa juga harus dikasihani penjahat rendahan seperti mereka?”
“hemm..zaqi Kau cukup mudah ya dalam mengambil keputusan, tapi ingat kata-kataku ini, tak semua orang yang melakukan hal semacam ini memiliki rasa benci kepada tawanannya, mungkin malah sebaliknya mereke benci karena pemerintah yang tidak adil. Bukankah itu masuk akal dizaman seperti ini, dan apa kau tau orang yang berada didalam sel, apakah mereka semua penjahat dan juga apakah kita yang berada diluar sel adalah orang baik?.
Aku tak bisa melakukan hal semacam itu membunuh tanpa alasan yang pasti, dan jika memang mereka bersalah biarlah pengadilan yang memutuskan”
“hemm,,, baiklah lakukan dengan cepat”. Setelah orang tadi merayap kedepan, aku langsung mengarahkan senjata ke orang yang sedang memukuli para tawanan.
“hei kalian!!! Dimana kalian sembunyikan kalung itu ha. Kalian belum tahu siapa aku”. Seorang yang bertubuh pendek keluar dari sebuah tempat yeng menyerupai sebuah pintu sambil mendorong seorang pria tua.
“ampun pak…ampun.
Aku benar-benar tidak tahu apa yang kau bicarakan?” “dorrrr….. Sialan kau, dari tadi hanya itu yang kauucapkan” pria itu menembak kaki pria tua tadi, hingga membuat beberapa anak dan wanita berteriak histeris.
“aku beri kalian kesempatan satu kali lagi, jika kalian tidak menjawabnya. Akan kuledakkan gua ini dan kalian akan mati terkubur hidup-hidup. Mengerti?. Jawab aku wanita jalang?”
”pria itu menarik rambut sorang wanita mudah, dan wanita itu hanya menangis ketakutan mendengar teriakan pria.“Baiklah, hei kau yang disana. Dimana kalung itu?
“kalung apa bangsat.. pergilah ke neraka?” pria besar yang kedua tangannya terikat menjawab pertanyaannya sambil meludahi laki-laki itu.
“dorrr” pria kecil itu menembak kaki tawanan.

BERSAMBUNG.......................................!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar